Friday, August 1, 2014

Jenis Tari dan Perkolong-kolong bagi KALAK KARO



 Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan. Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam. Dalam hal ini kita sedikit akan membahas Jenis tari dan Perkolong-kolong bagi Kalak Karo.

Jenis-jenis Tarian Karo :

Tari Komunal
Yang termasuk dalam tarian ini pada masyarakat Karo terdapat beberapa macam yang terkait dengan upacara-upacara adapt misalnya dalam upacara-upacara adat dan peranan-peranan social dalam adapt itu sendiri yang terbagi dalam kelompok-kelompok social tertentu yang sesuai dengan filosofi adapt Karo ‘merga si lima, tutur si waluh, rakut si telu’ Secara kelompok social dapat dibagi menjadi: landek kalimbubu (masih dapat dikelompokkan lebih spesifik lagi); landek sukut (senina, sembuyak, siparibanen, sepengalon, siparibanen, sigameten); landek anak beru dan sebagainya. Juga dalam jenis tari komunal ini masih terdapat bebrapa jenis tarian, misalnya dalam acara guro-guro (acara muda-mudi). Dalam acara ini juga terdapat kelompok-kelompok tarian komunal yang dibagi berdasarkan merga atau beru, tergantung daerahnya. Namun biasanya didahului oleh merga simantek kuta atau orang yang pertama sekali menempati wilayah tertentu dimana upacara tersebut berlangsung, atau biasa juga disebut dengan kalimbubu taneh. Adapun jenis-jenis tarian untuk kategori ini adalah dapat kita temukan dalam upacara-upacara:
kerja erdemu bayu (perkawinan)
merdang merdem atau kerja tahun (upacara pertanian)
nurun-nurun (upacara kematian)
guro-guro aron (muda-mudi)
ersimbu (upacara memanggil hujan), atau biasa juga disebut dengan dogal-dogal
mengket rumah mbaru (meresmikan rumah baru)
ngukal tulan-tulan (menggali tulang)
ngalo-ngalo, dll.
Tari Khusus
Jenis-jenis tarian ini terkait dengan hal-hal yang sifatnya khusus dan bukan bersifat umum, yaitu yang berhubungan dengan dengan peranan seseorang, misalnya:
gendang guru (dukun)
seluk (trance)
perumah begu (memanggil roh)
erpangir ku lau (keramas, bathing ceremony)
perodak-odak
tari tungkat
tari baka
Tari Tontonan
Perkolong-kolong (permangga-mangga)
Mayan atau Ndikkar (seni bela diri khas Karo)
Tari Kuda-Kuda (Simalungun: Hoda-Hoda)
Gundala-gundala (Tembut-tembut Seberaya)
Tari Kreasi Baru
tari roti manis
tari terang bulan
tari lima serangke
tari telu serangke,
tari uis gara, dll.
Tari Sigundari, yaitu tari-tarian yang diciptakan berdasarkan lagu-lagu popular Karo, termasuk gendang kibot.
Fungsi Tarian Karo
penghayatan estetis
pengungkapan emosional
hiburan
komunikasi
fungsi perlambangan
reaksi jasmani
berkaitan dengan norma-norma social
pengesahan lembaga social atau status social tertentu
keseinambungan kebudayaan
pengintegrasian masyarakat
pendidikan

PERKOLONG-KOLONG 


Perkolong-Kolong adalah kesenian Suku Karo dari Sumatera Utara yang diperankan oleh sepasang pria dan wanita sebagai penyanyi dan sekaligus sebagai penari pada acara Gendang guro-guro Aron.  Selain bernyanyi dan menari, kehadiran perkolong-kolong dalam acara Gendang Guro-Guro Aron juga sekaligus mampu saling berbalas Pantun yang berisikan nasihat dan canda dengan tujuan memberikan hiburan kepada para penonton.
Tidak diketahui secara pasti kapan kesenian perkolong-kolong mulai muncul pada masyarakat Suku Karo. Namun diperkirakan kesenian ini mulai berkembang seiring dengan perkembangan lagu-lagu Karo mulai diiringi oleh Gendang Karo sebagai musiknya. Adapun yang membawakan lagu tersebut, baik laki-laki maupun perempuan pada awalnya disebut sebagai permangga-mangga dan akhirnya beralih nama menjadi perkolong-kolong.
Kerja Tahun adalah sebuah perayaan berupa pesta sebagai rasa ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas keberhasilan panen padi yang diadakan setahun sekali. Dalam upacara Kerja Tahun, Gendang guro-guro aron di dalamnya terdapat Bapa aron dan Nande aron serta Perkolong-kolong yang sangat berperan aktif dalam acara tersebut, Perkolong-kolong adalah penyanyi (sirende) yang sekaligus penari yang ditampilkan oleh sepasang pria dan wanita. Kehadiran Perkolong-kolong dalam acara Kerja Tahun adalah sebagai penyanyi sekaligus menari dan berbalas pantun berisikan nasihat dan canda, yang memberikan hiburan kepada Masyarakat.  
Tak hanya itu, Perkolong – kolong juga sering menghibur masyarakat yang bukan masyarakat karo saja, dengan adanya perkolong-kolong sedikit banyaknya dapat menyampaikan budaya karo di luar suku karo itu sendiri atau bagi khalayak ramai. Perkolong-kolong juga sering menghibur (diundang) oleh Persadan Merga Silima pada acara hiburan, Gendang Guro-Guro Aron Mahasiswa/I Suku Karo (IMKA), Acara Mengket Rumah Mbaru, dan lain-lain.

Sumber : dari berbagai info
 





No comments:

Post a Comment